Jumat, 04 Juni 2010

Diperjalananku

Yogyakarta sebagai kota pelajar tentunya banyak mengundang orang dari berbagai daerah manapun di seluruh Indonesia. Karena terkenal dengan kota pendidikan maupun budaya maka para pelajar maupun wisatawan banyak berdatangan di kota ini. Tak luput banyak kendaraan dari berbagai macam daerah sehingga jalanan pun ramai dengan bermacam kendaraan dari berbagai daerah sehingga sering terjadi kemacetan. Perempatan sagan adalah jalanan yang sering saya lalui untuk pergi ke gereja. Namun kali ini bepergian tak menggunakan motor maupun mobil,namun menggunakan sepeda sebagai kendaraan pribadi yang cukup lumayan mengirit tenanga maupun biaya. Ketika mengendarainya di tengah terik matahari,panas maupun lelah hal yang sering terasa, namun itu tak memudarkan semangat yang bergejolak tinggi untuk mengeyam pendidikan di kota ini. Satu hal yang sering terlintas dipenglihatan ini, ketika berada di perempatan adalah melihat bangjo. Bangjo istilah jawanya adalah lampu lalu lintas, yang berasal dari abang-ijo, bertujuan melancarkan perjalanan lalu lintas, namun tak sedikit pengendara yang kadang-kadang melanggar lalu lintas. Lampu kuning di kodekan agar berjalan pelan-pelan, tetapi anehnya justru kebanyakan pengendara pada lampu ini malah melaju dengan kencangnya seolah ingin berlaju dengan kecepatan yang tinggi seakan dikejar sesuatu.
Hal lain yang membuat tertarik penglihatan ini adalah melihat banyaknya pengemis jalanan. Para pengemis ini terdiri dari orang dewasa yang paruh baya yang mungkin bisa kita katakan mereka masih mampu untuk mencari pekerjaan yang lebih lanyak dari pada hanya meminta-minta di jalanan. Adapun banyak juga anak-anak kecil yang dipaksa untuk bekerja sebagai pengemis maupun pengamen untuk mencari uang sekadarnya dibawah teriknya matahari ,bisingnya kendaraan maupun panasnya asap knalpot. Padahal seharusnya mereka tidak harus ada ditempat seperti itu, mereka seharusnya layak untuk mengeyam bangku sekolah sebagaimana anak-anak lainnya yang seumuran mereka. Terlintaskan sesuatu yang membuat saya berpikir, jika bangsa kita para generasi muda saja seperti ini terus maka lambat laun bangsa ini akan bobrok dan hancur. Akankah kita biarkan begitu saja?

0 komentar:

Posting Komentar